Untuk danang Tersayang,…
Yang sekarang aku tak tahu sedang sembunyi di sudut
dunia bagian mana
…… kita akan bertemu suatu saat nanti---
…… kita akan bertemu suatu saat nanti---
Baiklah kumulai saja suratku…
Begini nang
--aku merasa yakin bahwa aku gila lagi: aku rasa
kita mustahil melalui masa-masa sulit seperti ini lagi. Dan aku sulit membaik
kali ini
Aku mulai mendengar suara-suara, dan tidak dapat
berkonsentrasi. Jadi aku melakukan yang sepertinya terbaik.
Kau telah memberikan kebahagiaan paling hebat dan
paling mungkin kurasakan. Kau telah menjadi segalanya. Kurasa ganjil dua orang
bisa lebih bahagia hingga penyakit parah ini datang.
Aku sia-sia melawanya lebih lama lagi. Aku tahu, aku
telah merusak hidupmu, tanpaku kau bisa bekerja. Dan kau akan begitu setahuku.
Kau pun bisa lihat aku bahkan payah sekali menulis ini dengan baik. Aku tak
dapat membaca.
Yang ingin kuucapkan adalah bahwa aku berutang
kebahagiaan, seluruh hidup padamu. Betapa kau telah bersabar denganku dan
begitu baik. Aku ingin berkata bahwa semua orang tahu itu.
Jika memang ada orang bisa menyelamatkanku, kaulah
orangnya. Semua telah meninggalkanku kecuali jelas kebaikanmu. Aku jangan
merusak hidupmu lagi.
Kurasa mustahil ada dua orang bisa lebih bahagia
daripada kita selama ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar