Dunia penelitian siswa memang mengasikkan, segudang pengaalaman akan kita dapatkan ketika kita melakukan penelitian. Mulai dari sulit mencari ide, hingga masalah klasik yang sepertinya dihadapi semua teman yang memilih dunia penelitian siswa yaitu masalah sulitnya membagi waktu antara kegiatan penelitian dan pelajaran sekolah.
Dua Medali Emas OPSI untuk DIY
Dari hasil curhat beberapa teman saya dalam kontingen OPSI Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2010 dari Provinsi DIY. Memang masalah membagi prioritas antara belajar pelajaran sekolah dan penelitian sangat sulit. Di satu sisi kita mempunyai beban nilai yang harus dituntaskan di sisi lain, kita menyukai penelitian yang artinya ini membutuhkan prioritas lebih dan khusus. Mungkin akibatnya nilai atau kegiatan belajar kita disekolah agak tergangu, dengan aktifitas kita sebagai peneliti muda. Kecuali bagi anak-anak yang dikarunia itelegensi yang lebih dan dapat mengelolanya dengan baik sehingga dapat menyeimbangkan dua hal tersebut. Tapi saya rasa sedikit.
Pilihan prioritas pelajaran atau penelitian memang harus dipilih. Dan sekarang saya memilih penelitian saya sadar betul konsekuensi yang harus saya tanggung akibat pilihan saya. Dan yang sudah terjadi saya harus rela ketinggalan berhari-hari pelajaran dikelas karena mengikuti lomba atau melakukan penelitian. Idealnya kerja ekstra harus wajib dilaksanakan untuk menyamakan kedudukan dengan teman yang selalu mengikuti pelajaran di kelas. Menurut pandangan saya anak-anak yang mempunyai bakat minta seperti saya hakikatnya adalah anak-anak yang sebenarnya siap untuk kuliah bukan jadi anak SMA. Anak-anak yang keluar dari sistem yang ada, guna memenuhi hasrat keingintahuan mereka. Selain itu tipe anak seperti kami adalah anak out of the box, yang selalu tidak puas dengan apa yang telah ada. Kegiatan penelitian yang saya dan teman-teman lain lakukan adalah cara kami menyukai ilmu pengetahuan.
Walaupun banyak kendala dan masalah, yang harus dihadapi ketika memilih dunia penelitian siswa. Sangat banyak juga manfaat yang dapat dirasakan, dari kegiatan penelitan ini. Dengan kita melakukan penelitian kita telah membuat loncatan besar, karena sesunguhnya penelitian meruapan makanan anak kuliah, jadi kita mencicil bekal kuliah. Penelitian juga akan menambah banyak wawasan keilmuan kita, yang tidak kita dapatkan di dunia sekolah biasa. Selain itu kita juga akan mencintai ilmu pengetahuan karena kita sekiranya faham bahwa proses penciptaan ilmu pengetahuan itu sulit.
Selain proses penelitian yang menghadirkan banyak manfaat, maka ketika penelitian kita diikutkan lomba manfaatnya pun juga sangat besar. Dari pengalaman yang pernah saya lalui. Selain kita dapat hadiah kita juga akan dapat banyak teman. Bahkan di OPSI 2010 kemarin semua finalis mendapat uang pembinaan sebesar 1 juta, bentuk penghargaan pemerintah atas penelitian siswa. Pengalaman berharga mulai dari bertemu dengan orang-orang penting di negeri ini. Bertemu dengan dosen-dosen universitas ternama yang selalu menjadi juri dalam lomba penelitian. Bahkan ada beberapa universitas yang langsung menerima para juara lomba penelitian tanpa tes.
Di ISPO 2010 yang saya ikuti ketika baru menginjakkan kaki di MAN Yogyakarta 3, para juara akan dikirim langsung ketingkat internasional, kebebrapa negara di Eropa, Timur Tengah, dan Amerika. Yang selalu menjadi tradisi dalam setiap lomba kita selalu di ajak jalan-jalan kebebrapa tempat wisata di Jakarta, TMII, Ancol, Dufan dll.
Foto Kontingen OPSI 2010 Prov DIY membawa juara umum
Penelitian siswa sangat banyak sekali manfaatnya sehingga terlalu panjang untuk diceritakan, agar merasakan manfaatnya langsung, mari kita mulai melakukan penelitian dari sekarang wa bil khusus adik-adik dan teman-teman di mayoga mari kita bangkitkan atmosfir penelitian siswa di sekolah kita tercinta, sangat menaruh harapan besar untuk KIR Mayoga dapat membudaya. FUN WITH KIR.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar