-

_dalam setiap kata yang kau baca,
selalu ada huruf yang hilang
kelak kau pasti akan kembali menemukanya
di sela kenangan penuh ilalang__


Minggu, 09 Maret 2014

-kita berlayar- (untuk Chairil Anwar )


ini kutulis untukmu chairil, 
karena setiap malam kau selalu datang
mengetuk kamarku
dan memamerkan sepi dan sunyi yang kau pegang di jemari indahmu



1
Hidup seribu tahun lagi, impian chairil...tak ada setengah abad hidup raganya. Tapi impiannya hidup seribu tahun lagi ,meniup kemana saja. Masuk ke ubun-ubun dan menjadi nyawa-nyawa yang menghidupkan banyak raga.
2
Oh chairil hendaknya memang kau ajari aku menantang segalanya. Menantang tuhan, untuk seribu tahun lagi. Tapi aku tak berdaya ketika melihat kau di karet juga akhirnya. Bakan setitik, sangat titik untuk mencapai angka seribu.
3
Oh chairil, ajari aku tipa malam menantang sunyi. Menyelami keindahan dan kepedihan sepi. Hingga suatu waktu kita akan biarkan diri kita berlayar berdua, diatas laut tak bernama. Menuju pulau yang fatamorgana. Untuk selanjutnya kita berdua terkekeh-kekeh tertawa, memandang langit. “ aku ingin hidup seribu tahun lagi” ah puas rasanya jika aku bisa berteriak itu bersamamu. Kita sama, berkawan rangka saja.
4
Oh chairil tapi maukah kau berjalan didepanku. Sedang aku bukan apa-apa. Di depanmu sepi tertunduk malu tergilas gelora gemuruh jiwamu. Tapi di depanku aku mati berulang kali di koyak koyak sepi.
5
Oh chairil, dari seribu tahun lagi yang kau katakan. Aku berani menulis ini. Untuk selanjutnya melihat lembaran nyawa yang berkibar-kibar layaknya kupu-kupu diatas ubunku.
6
Oh chairil dari seribu tahun lagi katamu. Aku berani atau mungkin masih mencoba berani mengikutimu. Walau ku tahu tak juga kau tolehkan wajahmu ke belakang, melihat nanar bahagiaku. Tak juga ku bisa terbitkan duka dari daging-daging yang setiap hari kupuja. Sementara kau sudah sejak awal, tak peduli segalanya.
Oh chairil....oh chairil...oh chairil
Ajak aku berlayar,


Bantul, akhir 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar