-

_dalam setiap kata yang kau baca,
selalu ada huruf yang hilang
kelak kau pasti akan kembali menemukanya
di sela kenangan penuh ilalang__


Sabtu, 08 Maret 2014

Merpati dan Kita


“ lihatlah, dua merpati itu”
“ iya, aku melihatnya”
“dia tak menghiraukan keberadaan kita kan”
“ entahlah, aku tak tahu”

Semakuk acar yang dari tadi hanya kita pandang. Menguap bau irisan bawang merah, memenuhi udara. Asam dari cuka dan bau bawabg merah yang sulit diceritakan, benar telah purba di sekitar kita. Kita masih akan duduk disini sampai berapa lama?. Tak ada yang bertanya itu. Aku hanya mecoba menerka apa yang diucapkan jedela kaca itu, jika ia bisa berbicara. Mungkin benar atau juga mungkin salah terkaanku.

“ kau belum bosan” kataku
“ entahlah”
“ apa tidak lebih baik kita keluar dan berjalan-jalan?”
“hahaha” tawamu memenuhi udara
Bau asam dari cuka, di mangkuk acar itu, 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar