“ lihatlah, dua merpati
itu”
“ iya, aku melihatnya”
“dia tak menghiraukan
keberadaan kita kan”
“ entahlah, aku tak
tahu”
Semakuk
acar yang dari tadi hanya kita pandang. Menguap bau irisan bawang merah,
memenuhi udara. Asam dari cuka dan bau bawabg merah yang sulit diceritakan,
benar telah purba di sekitar kita. Kita masih akan duduk disini sampai berapa
lama?. Tak ada yang bertanya itu. Aku hanya mecoba menerka apa yang diucapkan
jedela kaca itu, jika ia bisa berbicara. Mungkin benar atau juga mungkin salah
terkaanku.
“
kau belum bosan” kataku
“
entahlah”
“
apa tidak lebih baik kita keluar dan berjalan-jalan?”
“hahaha”
tawamu memenuhi udara
Bau
asam dari cuka, di mangkuk acar itu,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar