-

_dalam setiap kata yang kau baca,
selalu ada huruf yang hilang
kelak kau pasti akan kembali menemukanya
di sela kenangan penuh ilalang__


Kamis, 24 November 2011

SISWA SABLENG

-----11-24-2011----

Hari ini akan ada TPM UN (test pendalaman materi UN).

Pagi-pagi sekali ketika kaki ini akan melangkah, tiba-tiba ponsel berdering..kringg..kringg (bunyinya kaya sepeda ya..). temenku dengan nada panik bertanya :

U: Nang Udah TPM MATEMATIKA?

D: belum e, baru hari ini

U: tau nggak materinya nanti apa, aku belum belajar e, gmana ya kalau nilaiku jelek

D: (schock, hah...dalam hati..sangat kaget, wahh rajin bener orang ini, dan spertinya salah orang buat bertanya masalah materi matematika aku aja belum belajar sama sekali) aduhh ribet amat sih, santai aja kali....

U: Welah ak tu nggak tahu sama sekali materinya apa

D: Lhaa apa emang aku tahu, belajar aja aku belum (ingat..yaa adek2 yang baik jangan dicontoh)

Dan akhirnya setelah waktu yang lama (cieileh alay lu bang).. TPM pun tiba, terettt...20 soal matematika materi seputar fungsi kuadrat...setelah lama membolak-balik soal wahh..ternyata dari 20 soal tak ada satupun yang bisa aku kerjakan dan yakin itu benar. Akhirnya waktu mengerjakan yang 90 menit, bngung mau ngapain... yahh sperti biasa gambar-gambar dan coret-coret kertas ujian...dan tiba-tiba (dorr....) ketika itu tangan-tangan kecilku (bohong banget bukannya tangan lu besar bang)...tergerak untuk menulis puisi...ini puisinya teman-teman

MATEMATIKA

Aduh sudah kuduga

Setiap saat, setiap waktu

Saat dia dengan tiba-tiba muncul

Saat dia sudah di depan mata

Otak rasanya tak berfungsi

Dan pikiran rasanya hilang

Dia itu siapa..

MA TE MA TI KA

Hahaha........

Seperti batu dihadapkan pada batu

Diam tak berkutik

Hahaha....

Sampai mungkin hal ajaib akan terjadi

Ketika alat tulis berjalan memilih jawaban sendiri

A..B...C....D....ataukah... E

Ada pelajaran besar yang terselip pada kisah hari ini, jangan mensiasiakan waktu untuk hal yang tak berguna, bengong dan hanya melihat soal matematika adalah hal yang tidak bermanfaat. Kalau kamu suka ngambar, dari pada pusing mikir jawaban....gunakan waktumu untuk ngambar..kalau kamu suka nulis cerpen/puisi...gunakan waktunya untuk hal itu. Ingat setiap manusia selalu memiliki kelebihan yang berbeda-beda. Mungkin temanku ada yang bisa mengerjakan soal matematika, dan sangat mungkin dari keseluruhan temanku hanya aku yang bisa menulis puisi saat ujian matematika (cie...ati2 ...besar kepala lu). Endingnya 5 menit terakhir seperti bait terakhir dalam puisi ku

Sampai mungkin hal ajaib akan terjadi

Ketika alat tulis berjalan memilih jawaban sendiri

A..B...C....D....ataukah... E.

Semuanya akan terasa mudah jika kita merasakannya sebagai hal mudah (DTP)...

Yassir wala tuassir


-----pOJok perjuangan YK-24-11-11

Selasa, 15 November 2011

BELAJAR MEMAHAMI ISLAM BERSAMA CAK NUR



Judul : Api Islam Nurkolis Madjid, Jalan Hidup Seorang Visioner

Penulis : Ahmad Gaus A.F

Penerbit : Kompas

Cetakan : Agustus 2010 (pertama)

Tebal : 382

Kemungkinan besar dikalangan generasi muda Islam belum banyak yang mengenal sosok Nurkholis Madjid. Saya sendiri mengenal sosok ini melalui buku-buku dan pemikiran-pemikirannya tentang Islam baru setelah Saya kelas XI MAN. Sebenarnya Saya sudah mengenal sosok ini jauh ketika Saya baru lulus SD, tetapi lingkungan pendidikan agama yang “ketat” memaksa Saya untuk menaati peraturan, tidak boleh membaca buku Cak Nur, (panggilan akrab beliau) karena saat itu gagasan besar Cak Nur disalahfahami, sehingga banyak institusi pendidikan agama yang melarang membaca buku beliau.

Bagi anda yang ingin mengenal Cak Nur, buku karangan Ahmad Gaus AF ini akan cukup membantu. Disajikan sebagai sebuah biografi singkat tentang perjalanan hidup seorang guru bangsa. Buku ini secara keseluruhan membahas mulai dari kelahiran Cak Nur, proses pendidikannya, dan kerja kemanusiaan beliau di Indonesia sebagai pemikir ulung.

Dilahirkan di dilingkungan pesantren dari seorang ayah H. Abdul Madjid, ayahnya adalah santri dari tokoh besar pendiri NU, Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari. Cak Nur memulai pendidikan dari Sekolah Rakyat, KMI (Kulliyatul Mualimin al Islamiyah) Pondok Modern Darussalam, Gontor Ponorogo, IAIN Syarif Hidayatulloh, Jakarta hingga Studi Doktoral di Universitas Chicago Amerika Serikat, dibawah bimbingan ulama pembaharu asal Pakistan Prof. Fazlur Rahman.

Buku ini penting karena memberikan uraian gagasan “ asli” Cak Nur yang belum disaalahfahami. Gagasan besar beliau yang berupa Sekularisasi, Liberalisasi, dan Islam Yes, Partai Islam No, sekularisasi yang dimaksud Cak Nur bukanlah sekularisme yang dikenal di barat. Tetapi sekularisasi sebagai salah satu bentuk liberalisasi atau pembebasan terhadap pandangan-pandangan keliru yang sudah mapan. Proses pembebasan ini diperlupakan karena umat Islam, akibat perjalanan sejarah tidak sanggup lagi membedakan nilai-nilai yang disangkanya Islami. Singkatnya, umat Islam sulit membedakan mana yang benar-benar niali dasar Islam yang tidak bisa dirubah dan mana nilai fiqh yang selalu harus mengalami perubahan sesuai konteks zaman. Liberalisasi, atau pembebasan, dalam pandangan cak nur, umat islam Indonesia mayoritas terperangkap dalam symbol-simbol agama dan doktri-doktrin yang sebenarnya bukan nilai dasar islam. Sehingga hal tersebut mempengaruhi praktek keberagamaan kita, dan tentunya akan menghalangi kita untuk menyerap pesan dasar islam yaitu Rohmatan Lil Alamin, agama kasih sayang, agama toleransi dan agama yang menghargai kebebasan.

Jika Mesir memiliki Rasyid Ridha, Muhammad Abduh, para cendikiawan muslim yang selalu menjadi “kiblat” bagi perkembangan pemikiran Islam di dunia. Tidak jauh dari dua sosok itu Indonesia memliki penerus Rasyid Ridha dan Abduh dialah Nurkholis Madjid, seorang yang dikenal sebagai pemikir Islam paling kontroversial. Pandangannya tentang Sekularisasi, Liberalisasi, Islam Yes Partai Islam No, tidak ada Negara Islam, hingga pluralisme agama telah menyulut perdebatan panjang. Ketika dunia politik kita hanya maf’hum dengan kebijakan Soeharto, Cak Nur mendobraknya dengan seruan oposisi, hingga pancasila sebagai ideologi terbuka.

Buku ini merekam jejak perjalanan seorang visioner, petualangan intelektual, obsesi, kesahajaan, dan sikapnya dalam menghadapi badai kritik, hujatan dan fitnah. Disajikan dengan bahasa intelektual yang ringgan dan mudah difahami, membuat kita dengan mudah serasa akrab dengan sosok guru bangsa Cak Nur. Selain itu dilengkapi dengan berbagai gambar, juga semakin membuat kita asik membaca perjalanan hidup sang visioner.

Kekurangan buku ini menurut Saya, penulis pada bab tertentu terkesan subyektif. Seperti dalam kutipan berikut“Pemikiran Islam di Indonesia, dewasan ini tidaklah lebih dari catatan kaki atas pemikiran Nurkholis Madjid” . akan tetapi subyektifitas ini memang sulit dihindarkan dalam sebuah peryatannnya pada kata pengantar penulis mengatakan sebagai berikut ” sebisa mungkin Saya berusaha obyektif, tetapi bagaimanapun Cak Nur adalah guru Saya, sehingga tidak sepenuhnya Saya bisa melepaskan unsur subyektifitas”.Tetapi ini tidak bermasalah, buku ini tetaplah sangat menarik untuk kita baca.

Bagi generasi muda yang ingin lebih mengenal Cak Nur serta mencari teladan dan mereka yang ingin memahami Islam secara benar Saya sangat menyarankan untuk membaca buku ini. Bagaimanapun juga dengan membaca buku ini anda akan mendapatkan pencerahan intelektual tentang keberagamaan anda. K.H Mustofa Bisri ” Cak Nur adalah satu diantara sedikit orang yang memahami Islam secara benar.” Selamat membaca___


Pojok perjuangan YK-12-11-11