-

_dalam setiap kata yang kau baca,
selalu ada huruf yang hilang
kelak kau pasti akan kembali menemukanya
di sela kenangan penuh ilalang__


Senin, 09 Juli 2012

CLEANING SERVICE SEKOLAHKU AKTIVIS LINGKUNGAN SEJATI


Siapa orang yang berjasa dibalik bersihnya sekolah ini?
Siapa orang yang paling berjasa dibalik hijaunya sekolah ini?
Siapa orang yang paling berjasa membersihkan sampah murit dan guru?
Muritkah?
Gurukah?
Atau tidak ada?

Pagi itu di teras depan ruang kelas, aku dan beberapa teman-teman  sedang duduk santai sambil berbincang. Tiba-tiba salah satu dari teman bercanda
Temanku: Penghargaan sekolah berwawasan lingkungan itu, seharusnya bukan untuk kepala sekolah
Aku:          Lhoh kok bisa? Kamu ada-ada aja
Temanku:  iya, lah bener, kan selama ini yang bersih-bersih, merawat taman, dan nge pel lantai, kan bukan kepala sekolah kan

Sekolahku beberapa waktu lalu mengikuti Lomba Adiwiyata, atau sekolah hijau berwawasan lingkungan tingkat nasional. Prestasi ini tidak diraih begitu saja, tetapi melalui proses seleksi dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga bisa maju ketingkat nasional.
Jika kawan-kawan berkunjung ke sekolahku pada saat lomba, pasti teman-teman akan merasa sangat nyaman. Bagimana tidak,? Mulai dari sudut terkecil sekolah sampai ruang tunggu tamu bagian depan semuannya bersih, dan hijau. Di setiap sisi rungan selalu ada tanaman hijau yang menyejukkan, bunga-bunga di taman merekah dengan indahnya, memanjakan setiap mata yang melihat. Hampir sulit menemukan sampah yang tergletak, tempat sampah sudah disusun rapi dengan warna-warna yang cerah, dipadukan dengan seni lukis yang indah, warna hijau untuk sampah organik, kuning untuk non organik. Singkatnya semuannya yang berhubungan dengan lingkungan terasa sempurna.
Siapa yang melakukan itu semua,? Dia adalah bapak cleaning sevice, sekolahku yang berjumlah 5 orang, salah satunya Bapak Wagimin. Aku mengenal beliau ketika awal aku masuk sekolah, aku yang selalu datang lebih awal selalu bertemu dengan beliau saat menyapu kelasku dan koridor di depannya. Dari situlah aku mulai bejalar banyak dari seoarang bapak dengan postur tubuh pendek, yang ketika berangkat kerja mengunakan sepeda kuno khas Jawa, di jogja biasa disebut sepeda Unto. Sering terjadi percakapan kecil antara aku dan beliau.
Sekolah ini tanpa Bapak Wagimin dan lima orang temannya, aku tak membayangkan bakal seperti apa. Merekalah sosok-sosok rendah hati pembaharu lingkungan. Saat aktivis-aktivis lingkungan dan pemerintah hanya bisa bertriak-triak tentang masalah kualitas lingkungan. Maka Bapak Wagimin dan lima orang temannya, hanya bisa diam, cintannya pada lingkungan tidak ditunjukan dengan teriakan tetapi dengan tindakan nyata. Bagiku beliau teladan dalam masalah lingkungan.
Beliulah teladan dalam hal membuang sampah. Tugas cleaning service dimulai sejak pagi hingga siswa pulang pada jam 14.00. Pada saat istirahat para cleaning service akan berkeliling kembali pada daerah yang menjadi bagian tugasnya. Saat itu ketiaka ada sampah Pak Min (sapaan akrabnya) selalu memunggut sampah itu dan membuangnya pada tempat sampah. Beliau tidak pernah menyuruh kami yang membung sampah sembarangan untuk membuang sampah itu dengan benar, tapi beliau diam dan mengambil sampah itu, lalu dengan senyum pada kami beliau memasukkan sampah itu ke tempat sampah. Aku tahu, bukan beliau tidak mau mengingatkan kami, dengan menegur tindakan kami. Tapi lebih dari itu beliau menegur kami dengan contoh yang baik, tidak hanya sekedar menyuruh, tapi beliau juga melakukannya. Dan ini lebih dari sekedar sebuah teguran.
Beliaulah teladan dalam hal mencintai tumbuhan. Setiap pagi dengan gayung beliau berkeliling ke seluruh depan kelas pada lantai dua. Demi menyiram beberapa tumbuhan hijau. Setiap hari beliau selalu merawat dan menjaga tumbuhan-tumbuhan didepan kelas kami. Bahkan dengan tangan dinginnya beliau rutin memindahkan tanaman-tanaman agar terkena sinar matahari.
Beliaulah teladan dalam hal menghemat dan berprilaku hidup sehat. Saat istirahat, kantin sekolah yang tepat berada di belakang sekolah selalu penuh. Siswa-siswa memenuhi kebutuhan energinya disini, termasuk aku, ada Soto, Nasi Kucing dan Gudeg khas jogja, dan beberapa makanan ringan. Lalu bagaimana denga Bapak Wagimin.? Saat kembali dari katin sekolah, aku melihat di bawah pohon tepat di sudut samping tempat parkir, Bapak Wagimin makan dengan lahabnya. Tempat makan berwarna hijau selalu menemani makan siangnya. Bekal dari rumah yang disiapkan sang istri, kata beliau lebih nikmat, hemat dan bergizi. Aku sebenarnya malu dengan kondisi ini, Bapak Wagimin saja yang mungkin hanya tamat SMP atau SMA memiliki kesadaran tinggi untuk masalah makanan, dan kesehatan. Sementara aku dan teman-temanku yang jauh lebih beruntung dari beliau, tidak perduli masalah itu.
Sempat terbersit dalam pikiranku, bukankah Pak Min melakukan itu semua karena gaji.? Tapi bagiku itu tidak penting, yang jelas aku yakin Pak Min dan cleaning service yang lain tidak mungkin melakukan itu semua hanya karena rupiah. Jauh lebih penting bagiku sekarang adalah meneladani dan mengajak teman-teman semua untuk meniru apa yang dilakukan Pak Min. Beliau adalah potret para aktivis lingkungan sejati, yang memeperbaiki bumi dengan tindakan nyata. Akan tetapi terlupakan, manusia-manusia lebih tertarik memberikan apresiasi pada mereka aktivis yang hanya bisa berteriak. Tapi tenang saja, beliau tidak butuh apresiasi, bahkan kata apresiasi mungkin juga tidak beliau kenal. Beliau hanyalah sebagian kecil dari berjuta-juta manusia yang memilih melakukan perbaikan pada kondisi bumi yang semakin mengkhawatirkan. Di tengah manusia lain yang tan hentinya melakukan pengrusakan.
Andaikan aku sebagai kepala sekolah, maka perhargaan Adiwiyata akan aku serahkan kepada Pak Min, sosok Pahlawan tanpa tanda jasa, sosok teladan yang tak pernah terlupakan. Proyek besar kita adalah melakukan perbaikan dengan tindakan nyata, mungkin dengan meniru apa yang dilakukan Pak Min. Kita tidak bisa diam kawan, kita generasi muda ditugaskan untuk memakmurkan bumi Indonesia. Lingkungan kita butuh pak min- pak min baru dari generasi kita.

Yogyakarta 14-06-11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar