kalau kau tanya siapa yang paling berhak
bicara tentang kesabaran
orang itu bukanlah aku
tukang becak yang tertidur dalam becaknya
menunggu penumpang
merekalah sahabat dari kesabaran
dan itu bukan aku
kalau kau tanya siapa yang paling berhak bicara
tentang kehinaan
orang itu bukanlah aku
anak jalanan yang menghadap tuhan dipinggir
got-got
merekalah yang sering kita hinakan
dan itu bukan aku
kalau kau tanya siapa yang paling berhak
bicara tentang penderitaan
orang itu bukanlah aku
rakyat kecil yang hanya tuhan lah jaminan
hidupnya
merekalah yang menderita raganya
dan itu bukan aku
kalau kau tanya siapa yang paling berhak
bicara tentang perjuangan
orang itu bukanlah aku
pedagang asongan kereta yang tiap malam
menyembunyikan lelah dan kantuknya
merekalah pejuang yang sudah lama habis
darahnya
dan itu bukan aku
kalau kau tanya siapa yang paling berhak
bicara tentang keadilan
orang itu bukanlah aku
ibu
yang membagi sebakul nasi untuk 10 anaknya sementara dia menyulap laparnya
menjadi senyuman
merekalah penegak keadilan dan pelaku keadilan
dan itu bukan aku
kalau kau tanya siapa yang paling berhak
bicara tentang kehidupan
orang itu bukanlah aku
seorang pengemis yang memaknai setiap ayunan
langkahnya
merekalah filsuf kehidupan
dan itu bukan aku
kalau kau tanya siapa yang paling berhak
bicara tentang kenikmatan
orang itu adalah aku
aku
aku
aku
yang bisa tidur nyenyak
diantara lautan glandangan yang merintih
aku
yang bisa mengenyangkan perut
dinatara drama kelaparan para tukang becak
aku
mahasiswa yang bahagia hanya menjadi beban
negaraku
mahasiswa yang hanya menjadi emprit-emprit
yang jago ngoceh
yang hanya tahu teori, konsep, bagan, analisis
tapi tak pernah tahu tentang manusia
inilah aku
mari ikut bersamaku
yk.7-1-13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar