-

_dalam setiap kata yang kau baca,
selalu ada huruf yang hilang
kelak kau pasti akan kembali menemukanya
di sela kenangan penuh ilalang__


Rabu, 23 Januari 2013

SARA: KAPAN KITA BERANI MENGHAPUSNYA?


Akhir-akhir ini sering terjadi konflik di indonesia yang ditengarai sebabnya adalah pertentangan masalah Sara (Suku, Antar Golongan, Ras, Agama.) Tetapi ada sesuatu yang aneh, berbagai forum ruang publik seperti diskusi, seminar, kompetisi dan lain-lain, selalu memberikan batasan untuk tidak membahas masalah sara. Entah kapan tradisi pembatasan masalah sara itu selalu dicantumkan dalam berbagai kegiatan.
 Pengamatan saya, pembatasan untuk tidak menyingung masalah sara tidak pernah ada klarifikasi yang jelas. Tidak ada pejelasan lebih lanjut mengenai sebenarnya apa itu sara?, dan pembatasan sara itu yang seperti apa?. Sebenarnya ini menyangkut kebiasaan buruk dalam kehidupan kita, kita sering mengunakan banyak kata-kata dalam berinteraksi tanpa pernah menjelaskan dahulu sebenarnya arti kata itu apa. Asumsi kita bahwa semua orang yang berinteraksi dengan kita pemahamanya tentang kata yang kita gunakan sama dengan kita. Akibatnya kita sering bertengkar sengit dengan orang lain, gara-gara sesuatu yang sebenarnya sangat sepele, tapi karena pemahaman yang keliru yang sepele jadi terasa rumit.
Bagaimana kita mau bersikap menghargai sara orang lain dan terhindar dari konflik sara jika pemahaman tentang sara sendiri sangat minim. Pemahan kita tentang sara harus semakin kita tambah, rasanya selama ini kita hanya menjauhi apa yang sebetulnya belum kita fahami secara mendalam. Jangan-jangan banyak dari kita yang belum tahu sara adalah akronim dari (Suku, Antar Golongan, Ras, Agama.). Pemahaman yang mendalam tentang masalah sara inilah yang akan membuat kita bisa hidup rukun dan toleran di tengah pluralitas sara.  Saya kira perlu kita menghapus batasan untuk tidak membahas masalah sara dalam berbagai kegiatan dan ruang publik.

YOGYA AKHIR 2012

1 komentar: