menyela dari rutinitas. keluar sejenak bersama puisi.
setelah beberapa hari ini atau mungkin juga beberapa bulan yang lalu maupun
yang akan datang, rasanya saya semakin dihimpit rutinitas. bukan kewajiban
tetapi, saya sepertinya diharuskan menjalankannya. akhirnya setelah terhimpit
itu, 2 hari ini saya bisa keluar sejenak. bersama puisi tentunya. melihat dunia
dari sudut yang paling tenang dan sunyi, bergetar antara ketakutan dan
keterpesonaan yang maha. ini hasil puisi itu......
tentang sejilid
buku
mungkin kita hanya sejilid buku
yang tak begitu tebal tentunya
baca saja dua atau tiga hari
pasti akan selesai
dengan segera
dan esok banyak sekali yang kita lupakan darinya
dan buku itu tetap saja
“ lihatlah dia tidak berkurang”
Tapi kita:
“Semakin sedikit sisa yang bisa diraba”
(lukisan Perahu, karya Zaini) Dtp.19.5.14
Pertemuan Dalam Sela
Karena disela keinginan
Dihimpit waktu
Kau datang dan hanya sekilas
Menyerahkan raut muka
Tentu dalam gesa
Kau hanya terkenang
Dalam sisa bayangan
Yang singkat saja
Seperti hujan atau semacam grimis yang ragu-ragu
Dan kita atau aku:
“terpaksa berkata cukup”
Dtp-21-5-14

Tidak ada komentar:
Posting Komentar