-

_dalam setiap kata yang kau baca,
selalu ada huruf yang hilang
kelak kau pasti akan kembali menemukanya
di sela kenangan penuh ilalang__


Rabu, 23 Januari 2013

KORUPSI DAN RAKYAT YANG BAIK


Begitu kayanya negeri ini. Bagaimana tidak, sudah sangat banyak uang negara yang dikorupsi oleh para birokrat mulai dari tingkat daerah hingga tingkat pusat. Kalau kita melihat statistik kerugian negara akibat korupsi, mungkin kita akan tercengang. Rakyat Indonesia ini telah dihisap habis-habisan oleh para koruptor. Tapi dengan itu semua apa yang tejadi kasus korupsi kian hari semkain marak dan uang rakyat yang dimaling juga sepertinya tidak akan habis-habis. Hebat bukan rakyat negeri ini?.
Kalau kita analogikan dengan kasus sehari-hari. Korupsi itu adalah kasus pencurian ketela di kebun seorang petani desa. Seperti lazimnya sebuah kasus pencurian ketika si pencuri tertangkap pasti pemilik kebun tela akan marah-marah. Pejabat pemerintahan yang korup adalah pencuri uang rakyat. Rakyat itu banyak, sebenarnya rakyat yang mana yang uangnya dicuri oleh para koruptor?. Rakyat kecil di desa-desa pelosok negeri ini, yang setiap bulan rajin membayar pajak, dan listrik. Rakyat kecil yang jumlahnya sangat banyak. Rakyat kecil pemilik sah kekayaan negeri ini, yang bahkan tak pernah diajak urun rembuk dalam mengelola kekayaannya sendiri. Rakyat kecil yang bahkan tidak pernah marah karena uangnya dimaling para pejabat korup. Rakyat kecil yang tetap akan membayar pajak, walaupun tidka pernah mendapat imbalan kesejahteraan yang setimpal dari uang pajak mereka. Hebat bukan?
Entah logika ilmu pemerintahan apa yang digunakan para pejabat di negeri ini. Entah teori demokrasi siapa yang digunakan untuk membangun negeri ini. Suara-suara rakyat hanyalah angin lalu. Bukankah demokrasi itu pemerintahan yang dikendalikan oleh rakyat kecil yang jumlahnya adalah mayoritas di negeri ini.? Bukankah sebenarnya pemerintah adalah pembantunya rakyat?.Rakyat adalah raja. Kondisi di negeri ini suda begitu molak-malik, pembantu jadi raja, raja jadi pembantu. Biarkanlah itu semua terjadi.  Rakyat kecil negeri ini selalu bisa ngemong pemerintah, rakyat kita tidak pernah marah, rakyat negeri ini tidak pernah menuntut macam-macam pada rajanya. Hanya dengan secangkir kopi dan rokok klobot (kulit jagung) rakyat kecil negeri ini bisa tetap hidup bahagia, tanpa pernah sadar telah ditipu oleh rajanya, atau rakyat kecil kita memang sengaja tidak sadarkan diri.
Apakah rakyat kecil di desa-desa di Kalasan atau Pakem pernah marah dan demo karena uangnya dicuri koruptor?. Mereka yang marah-marah, demo dan lain sebagainya kebanyakan adalah orang-orang kota, yang mereka sebenarnya selalu punya banyak alasan untuk tidak membayar pajak. Rakyat kecil yang sebenarnya kekayaannya telah dicuri habis-habisan tetap diam, bahkan mereka masih sangat antusias melihat pidato-pidato para pejabat yang mencuri kekayaannya dengan senyam-senyum banga. Rakyat kecil itu setiap hari menyaksikan para koruptor ditangkap oleh KPK. Rakyat itu bahkan tetap antusias membayar pajak dan listrik untuk menyuplai dana bagi para pejabat-pejabat negeri yang korup. Begitu mulianya hati rakyat negeri ini, begitu kuatnya mental psikologis rakyat kita. Ibarat keluarga, rakyat kecil adalah ibu dari pejabat-pejabat yang korup, lazimnya hubungan ibu dan anak, bagaimanapun nakal dan bandelnya sang anak ibu akan tetap menyayangi anaknya, dan tak segan-segan terus memberi sangu untuk sang anak.
Bagitu kuat dan mandirinya rakyat kecil di negeri ini. pejabat-pejabat pemerintah pusat yang mengaku memiliki Indonesia, mau bertindak apapun, mau korupsi sebesar apapun. Rakyat kecil akan tetap bergeliat sendirian penuh semangat untuk mencarikan uang guna disetor pada “anak-anaknya” di pusat untuk dikorupsi. Kita seharusnya bangga dengan rakyat kecil negeri ini. Tidak ada rakyat di dunia ini yang sebaik dan sehebat rakyat Indonesia.

2 komentar:

  1. Keren Nang, selalu memberikan perspektif yang berbeda dalam mengahadapi fenomena negeri ini

    BalasHapus