-

_dalam setiap kata yang kau baca,
selalu ada huruf yang hilang
kelak kau pasti akan kembali menemukanya
di sela kenangan penuh ilalang__


Jumat, 08 Maret 2013

Politisi Memperebutkan Indonesia, Wong Cilik Mau Kemana?


2014 tahun yang ditunggu-tunggu para politisi. Perubahan stuktur pemerintahan dan politik Indonesia akan ditentukan pada tahun tersebut. Berbagai upaya dari partai politik dengan para politisinya, untuk menjadikan 2014 sebagai tahun kejayaan partainya mulai terasa akhir-akhir ini. partai-partai politik mulai berbenah menyiapkan hajatan besar bagi mereka, yaitu pemilu presiden. Sementara itu bagaimana dengan rakyat kecil kita?, apakah rakyat juga sedang menyusun strategi-strategi untuk memperebutkan Indonesia sebagai mana yang dilakukan partai politik?. Ataukah tetap seperti biasanya, sementara para orang nduwuran umyek memperebutkan Indonesia, rakyat tetap bergeliat sendiri dengan kehidupanya. Tetap ke pasar setiap hari, tetap narik becak pagi hingga malam menjelang, tetap sibuk menyusun strategi agar dengan penghasilan sehari 15.000 bisa tetap makan, satu keluarga.
Rasanya semakin tidak ada hubunganya geger politik para pemimpin negeri ini dengan kehidupan rakyat dibawah. Para politisi sibuk dengan urusanya sendiri, rakyat kecil kita juga semakin tak ada yang ngurus. Rakyat hanya laku ketika kampanye setelah itu rakyat adalah anak ayam kehilangan induknya. Tetapi rakyat kita istimewa, walaupun selalu ditinggal induknya, mereka tetap bisa menjalani kehidupan. Malah kadang keberadaan induknya hanya merepotkan kehidupan rakyat.
Rakyat kecil kita tidak pernah berkepentingan untuk memperebutkan Indonesia, seperti para politisi. Rakyat juga tidak pernah dengan sunguh-sunguh berharap pada para politisi untuk mensejahterakan mereka. Harapan rakyat hanya pada dirinya sendiri. Makan atau tidak makan, mereka pada esok hari tergantung mereka hari ini kerja atau tidak, bukan tergantung siapa dan dari partai apa presidenya.
Tanpa menggunakan data statistik pun kita bisa menyimpulkan bahwa akhir-akhir ini budaya politik dan pemerintahan kita sedang kacau. Mulai dari kasus Hambalang yang semakin menyeret banyak politisi, sampai kasus kuota impor sapi. Ditengah semakin banyaknya pemimpin dari partai politik yang menghianati komitmen mereka sendiri. Kita membutuhkan pemimpin alternatif, yang menentukan masa depan rakyat mau dibawa kemana. Seperti Adipati Karna kesatria yang suci hatinya dan setia pada kebaikan dalam lingkaran kejahatan para Kurawa. Adipati Karna yang lahir dari “jalur alternatif”, yaitu kuping ibundanya Kunthi Talibrata. Tetapi bukan Adipati karna yang menahan niat suci hatinya untuk membela kebaikan hanya gara-gara dia berada di lingkungan kejahatan Kurawa. Bukan itu, Adipati Karna yang kita tunggu untuk bangsa kita adalah adipati Karna yang dengan tegas menuruti kemauan niat suci hatinya untuk membela kebaikan ditengah semakin maraknya kejahatan-kejahatan politik. Adipati Karna kita adalah pemimpin yang setia memperjungkan kepentingan rakyat, Adipati kita adalah juga seorang pembantu rakyat, pesuruhnya rakyat.

yogya.maret.2013 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar