-

_dalam setiap kata yang kau baca,
selalu ada huruf yang hilang
kelak kau pasti akan kembali menemukanya
di sela kenangan penuh ilalang__


Jumat, 22 Maret 2013

MERAYAKAN KEHIDUPAN SEJATI BOEDI ISMANTO SA



"Saya lahir tidak ingin menjadi penyair, tapi ingin menjadi manusia",
itu kalimat akhir yang diucapkan alm. boedi ismanto kepada temannya saat ketemu di tegal sebelum meninggal kemarin.

Ia juga berkata "ibarat gajah, mati tak meninggalkan gading" – ketika seorang Presiden memasang gambarnya di tepi jalan merayakan panen raya, padahal para petani yang berjuang menanam padi.
Kebanyakan manusia berjuang mengada-adakan dirinya, menonjol2kan dirinya, bahkan untuk itu mereka meniada-niadakan orang dan makhluk lainnya, bahkan 'meniadakan' Tuhan. Itulah kematian

Manusia Tauhid adalah orang yg terus berjuang untuk tidak mempercayai adanya, karena yg sejati ada hanyalah Maha Penciptanya, serta hanya Dia-lah yg sManusia Tauhid adalah orang yg terus berjuang untuk tidak mempercayai adanya, karena yg sejati ada hanyalah Maha Penciptanya, serta hanya Dia-lah yg sejatinya berkarya.
Itulah kehidupan.

Di maqam kesadaran itulah persemayaman makrifat Budi Ismanto SA.
Manusia yang mengenal hakekat Tuhannya adalah yg   menemukan 'belum'nya selama menjalani 'sudah' puluhan tahun lamanya.
Boedi sudah menemukan hakekat "ada dalam tiada, mentiada sehingga ada".
Itulah kehidupan sejati, yg bersih dari kepalsuan, yg mulai tadi malam: Boedi memasukinya dan bertempat tinggal di dalamnya, menikmati keabadian bersama Allah.

llah swt, para Malaikat, Nabi2, Rasul2 dan Auliya menyambut Boedi Ismanto dengan nyanyian agung;
Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.  Itulah statemenpaling mendasar dari Allah, yang kita ucapkan untuk merayakan kehidupan sejati Boedi Ismanto.

Emha Ainun Nadjib
11 Maret 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar